Budaya Jepang

Japanese Culture : Furikake

Furikake merupakan bumbu makanan asal Jepang berbentuk butiran dan ditaburkan di atas nasi. Furikake tidak dibuat sewaktu ingin dimakan, melainkan dibuat sekaligus dalam jumlah besar dan dimakan sedikit-sedikit di kemudian hari.

Furikakè juga digunakan pada waktu membuat onigiri, nasi yang sudah ditaburi furikakè diaduk-aduk lebih dulu sebelum dibentuk sebesar kepalan.

Furikake

furikake

Sejarah Furikake

Makanan ini disebut “furikaké” karena mulanya disimpan di dalam botol yang harus “diguncang-guncangkan” (bahasa Jepang: furu) agar tercampur rata sebelum “ditaburkan” (kakeru) di atas nasi. Asal-usulnya adalah bumbu tabur di atas sekihan (nasi merah) yang disebut gomashio (campuran biji wijen dan garam) dan yukari (garam dan daun perilla bekas perendam umeboshi yang dikeringkan dan dihaluskan).

Usaha membuat lauk yang lezat dan bergizi dimulai dari berbagai daerah di Jepang sejak zaman Taisho hingga awal zaman Showa. Menurut Asosiasi Produsen Furikaké Jepang, bumbu makanan bermerek Gohan no Tomo (translasi literal: “teman nasi”) asal Prefektur Kumamoto adalah perintis furikaké di Jepang. Produk ini diciptakan pada awal zaman Taisho oleh seorang apoteker bernama Suekichi Yoshimaru yang prihatin dengan kondisi orang Jepang yang kekurangan kalsium. Furikaké dibuatnya dari tulang ikan yang dihaluskan menjadi tepung.

Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor

Close