Budaya Jepang

Japanese Culture : Hanko

Hanko adalah stempel yang digunakan oleh orang Jepang untuk menggantikan tanda tangan mereka. Orang jepang tidak terbiasa melakukan tanda tangan, mereka lebih senang menggunakan hanko (Stempel) untuk sebagai tanda tangan mereka. Tidak hanya nama diri pribadi, biasanya perusahaan juga memakai hankο sebagai identitas perusahaan.

Hanko

japanese culture hanko

Biasanya hanko tersebut terbuat dari kayu atau plastik meskipun ada juga yang terbuat dari batu giok, gading dan tulang. Bentuk hanko ada yang bulat dan kotak, sesuai dengan keinginan si pemilik tanda tangan. Hankο dengan bentuk bulat memiliki ukuran kurang lebih sebesar uang koin dua puluh lima rupiah, sementara hanko berbentuk kotak memiliki ukuran sekitar 3 x 3 cm. Umumnya, orang Jepang akan memiliki tiga jenis hankο yang dalam bahasa Jepang disebut mitome ink, ginko ink dan jitsuin.

  • Jitsuin atau stempel resmi: Bentuknya sedikit lebih besar untuk menghindari pemalsuan dan harus didaftarkan di kantor pemerintahan. Biasanya digunakan untuk mengisi formulir pemerintahan atau pada transaksi berkekuatan hukum seperti jual-beli rumah atau kendaraan.
  • Ginkoin: Stempel yang digunakan untuk urusan perbankan dan didaftarkan di bank.
  • Mitomein: Biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari dan tidak perlu didaftarkan.

Harga pembuatan hankο bervariasi tergantung jumlah dan tingkat kesulitan hurufnya. Untuk memiliki hanko tersebut, semua orang dapat memesannya di toko khusus pembuat hankο dengan masa pembuatan relatif singkat yang hanya beberapa hari.

Syarat untuk mendaftarkan stempel ini ialah harus berusia di atas 15 tahun, warga Jepang atau warga asing yang sudah teregistrasi dan memiliki alamat tempat tinggal tetap di kota tersebut. Saat mendaftarkan stempel hankο, pemilik harus membawa stempel yang telah dibeli atau dibuatnya. Bagi warga asing, stempel yang akan didaftarkan juga harus dilengkapi dengan sertifikat pendaftaran orang asing.

Setelah didaftarkan maka kantor pemerintahan akan mengeluarkan kartu pendaftaran stempel sebagai dokumen sementara sebelum menerbitkan dokumen resmi stempel yang disebut inkan shomeisho (sertifikat stempel). Dokumen inilah yang menjadi bukti status resmi stempel

Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor

Close