Budaya Jepang

Japanese Culture : Konpeito

Konpeito adalah permen traditional yang berasal dari Jepang. Dengan bentuk yang unik yaitu berbentuk bintang dengan warna warni dan rasa yang manis.

Konpeito sendiri berasal dari bahasa portugis Confeito yang bearti gula.

Kompêito bersama-sama dengan castella dan permen aruheitō diperkenalkan di Jepang sekitar tahun 1550 oleh pedagang dari Portugal. Pada waktu itu, orang Jepang belum mengenal cara memurnikan gula. Pembuatannya yang membutuhkan gula dalam jumlah banyak membuat kompeito sempat menjadi makanan mewah dan langka. Pada tahun 1569, misionaris Portugal Luís Fróis antara lain mempersembahkan kompêito untuk Oda Nobunaga sewaktu berusaha mendapatkan izin melakukan pekerjaan misionaris di Jepang.

Penggunaan Konpeito

  • Cendera mata istana kaisar
Istana kaisar Jepang memiliki tradisi memberi cendera mata berupa tempat kue (kashiki). Kompêito digunakan sebagai pengisi tempat kue agar para tamu tidak menerima tempat kue dalam keadaan kosong.
  • Cendera mata resepsi pernikahan
Kemasan indah kompêito sering dijadikan salah satu cendera mata bagi para tamu yang menghadiri resepsi pernikahan di Jepang.
  • Sumber kalori dalam keadaan darurat
Selain gula batu, kompêito sering dimasukkan ke dalam kemasan kaleng biskuit untuk keperluan darurat di Jepang. Biskuit untuk keperluan darurat dimaksudkan agar awet disimpan selama bertahun-tahun dan tidak terlalu mengutamakan rasa. Kompêito diharapkan bisa merangsang keluarnya air liur agar biskuit menjadi enak dimakan. Selain itu, warna-warni cerah kompêito diharapkan bisa mengurangi stres yang diderita korban bencana atau orang yang sedang dalam kesulitan.
Source
konpeitokonpeito
Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor
Close