Budaya Jepang

Japanese Culture : Magatama

Jika kalian pengemar anime Jepang, pastinya kalian suka melihat para karaternya menggunakan jimat berbentuk lambang koma. Ya itu adalah Magatama.

Magàtama adalah manik khas negara Jepang berbentuk tanda koma yang sudah ada pada saat zaman prasejarah Jepang. Sejak akhir Zaman Jōmon hingga Zaman Kofun, kira-kira sejak 1000 SM hingga abad ke-6 M. Manik tersebut, yang juga dianggap sebagai perhiasan, terbuat dari batu primitif dan material tanah pada masa purba, tetapi seiring berakhirnya zaman Kofun.

Pada awalnya magàtama berfungsi sebagai perhiasan, namun pada akhir zaman Kofun fungsinya beralih sebagai objek upacara dan keagamaan. Bukti arkeologis menyatakan bahwa magatama diproduksi di wilayah tertentu di Jepang dan disebarluaskan ke seluruh kepulauan Jepang melalui rute perdagangan.

Magatàma sendiri sering muncul pada anime ninja seperti Naruto


Magatàma dalam mitologi Jepang

Kitab Kojiki dan Nihon shoki, dilengkapi pada abad ke-8, memiliki beberapa referensi mengenai magatama. Referensi tersebut terlihat pada bab pertama Nihon shoki, yang sebagian besar menjelaskan mitologi Jepang. Susanoo, dewa laut dan petir, menerima lima ratus magatama dari Tamanoya no mikoto atau Ame-no-Futodama-no-mikoto, dewa pembuat permata. Susanoo pergi ke surga dan menghadiahkan magatàma tersebut pada saudara perempuannya, dewi matahari Amaterasu, yang mengunyah bagian-bagian dari magatàma, dan menyemburkannya untuk menciptakan dewa-dewa lain. Dalam legenda itu, Amaterasu kemudian mengurung dirinya dalam sebuah gua. Ama-no-Koyane-no-mikoto menggantung magatama, di antara objek-objek lainnya, pada sebuah pohon sakaki yang memiliki lima ratus cabang, untuk dapat memancing Amaterasu keluar dari gua.

Sumber

Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor
Close