Budaya Jepang

Japanese Culture : Randoseru

Randoseru, bagi penggemar serial kartun Jepang, pasti sudah tak asing lagi dengan ransel hitam atau merah anak SD seperti yang digunakan Nobita dalam serial Doraemon atau Maruko di serial Chibi Maruko Chan.

randoseru2

Ya,Ransel ini lebih dikenal dengan sebutan ‘Randoseru’ yang berarti ransel atau tas punggung dalam bahasa belanda. Randoseru sudah muncul sejak akhir zaman Edo, sekitar 1853-1869. Belanda menjadi pihak yang memperkenalkan ransel bergaya barat ini pada militer Jepang.

Randoseru terbuat dari kulit dan dirancang oleh perancang profesional dengan kualitas terbaik tanpa menggunakan mesin. Selain berbahan kulit, ada pula yang berbahan kulit imitasi namun tetap memiliki kualitas yang tak kalah kuat. Siapa yang sangka harga tas ini sangat mencengangkan, range harga dari 3 juta – 9 juta rupiah. WOW

Randoseru adalah tas yang kuat dan awet. Dikenal dengan daya tahannya, randoseru bisa digunakan selama enam tahun oleh anak SD yang aktif bergerak dan sering bermain di luar Ada juga anak-anak yang menggunakan randoseru sebagai bantal untuk tidur siang atau pelindung saat berkelahi karena randoseeru tidak mudah rusak. Selain itu, randoseru yang digendong di punggung membuat dua tangan bebas bergerak.

Bila seorang anak tidak sengaja terjatuh, ia bisa menggunakan kedua tangannya untuk menopang keseimbangan. Bahannya yang memantulkan cahaya membuat pengendara mobil berhati-hati mengingat anak-anak SD di Jepang pergi ke Sekolah berjalan kaki tanpa diantar orang tua.

Biasanya randoseeru terbuat dari kulit sapi atau kulit buatan. Sebagian besar proses pengerjaan randoseru dikerjakan secara manual oleh pengrajin. Hasil pengerjaan yang halus tak lepas dari kemahiran teknik pengrajin.

Selain faktor keselamatan ada juga faktor lain seperti pembentukan tulang punggung. Seperti yang kita ketahui pada usia 6 – 12 tahun anak – anak masi dalam proses pembentukan tulang punggung. Alasan yang masuk akal sekali karena masa-masa usia 6 hingga 12 tahun adalah masa pertumbuhan anak yang pesat serta masa pembentukan postur tulang.

Jika sejak kecil, bahkan selama 6 tahun tulang punggung dibiasakan tegak dan lurus maka dikemudian hari akan terbentuk postur tubuh yang tegap dan tidak membungkuk.

Coba anda perhatikan bagian belakang Randoseeru yang terlihat berat dan kokoh itu. Bagian yang melekat di punggung anak begitu rata dan masiv. Tidak seperti tas-tas punggung biasanya yang mudah menekuk atak bisa menyesuaikan punggung si anak. Namun dengan memakai tas ini punggung si anak dibiasakan untuk tegak dan lurus, baik saat berjalan maupun saat duduk (kecuali tas dilepas)

randoseru3

 

Tags
Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor
Back to top button
Close