Budaya Jepang

Japanese Culture : Seijin Shiki

Seijin Shiki atau Seijin No Hi adalah upacara untuk memperingati seseorang anak menginjak usia dewasa. Hari Kedewasaan ini untuk menghormati setiap orang yang telah berusia 20 tahun selama setahun terakhir. Seijin Shiki diadakan pada minggu kedua dibulan pertama setiap tahunnya.

Ketika anak muda Jepang sudah mencapai usia 20 tahun, mereka akan resmi untuk menjadi orang dewasa menurut budaya masyarakat Jepang. Di usia mereka yang mencapai dua puluh tahun, mereka mempunyai tanggung jawab dan kebebasan dalam melakukan banyak hal seperti minum minuman beralkohol, merokok, pesta malam, berjudi dan mengemudikan kendaraan bermotor.

History Seijin Shiki

Tradisi merayakan kedewasaan sudah berlangsung lama di Jepang. Tradisi ini dibagi 2 jenis yaitu untuk laki – laki (Genbuku) dan perempuan (Mogi)

Upacara Seinen-sai (perayaan generasi muda) yang diselenggarakan 22 November 1946 di Warabi Distrik Kitaadachi, Prefektur Saitama merupakan asal usul upacara seijin shiki seperti yang ada sekarang. Pada mulanya, upacara diadakan untuk memberi harapan tentang masa depan yang cerah bagi generasi muda Jepang yang kehilangan segala semangat dan cita-cita akibat Perang Dunia II. Upacara dirintis pemimpin lokal generasi muda bernama Takahashi Shōjirō dan mengambil lokasi di sebuah sekolah dasar di kota Warabi yang dipasangi tenda.

Pada tahun 1948, pemerintah Jepang mengambil perayaan Seinen-sai sebagai contoh dan menetapkan tanggal 15 Januari tahun berikutnya (1949) sebagai Hari Kedewasaan (Seijin no hi). Sejak itu, pemerintah lokal kota dan desa di Jepang selalu mengadakan upacara Hari Kedewasaan tanggal 15  sampai hari penyelenggaraan diubah menjadi hari Senin minggu kedua di bulan Januari sesuai dengan Sistem Happy Monday.

Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor
Close