Budaya Jepang

Japanese Culture : Seppuku

Seppuku adalah sebuah ritual bunuh diri yang dilakukan oleh para samurai di Jepang dengan cara merobek perut dan mengeluarkan usus atau organ tubuh mereka. Seppuku ini dilakukan untuk memulihkan nama baik mereka setelah mereka tertangkap atau gagal atau membuat kesalahan saat melakukan tugas mereka.

Seppuku adalah bagian dari kode kehormatan bushido, dan dilakukan secara sukarela oleh samurai yang menginginkan mati terhormat daripada tertangkap musuh (dan disiksa), atau sebagai bentuk hukuman mati untuk samurai yang telah melakukan pelanggaran serius, atau dilakukan berdasarkan perbuatan lain yang memalukan. Ritual memotong perut pada seppuku dilakukan di hadapan para saksi mata, samurai menusukkan sebuah pedang pendek ke arah perut, dan menggunakan pedang pendek tersebut untuk melakukan gerakan mengiris perut dari arah kiri ke kanan.

Seppuku

harakiri seppuku

Sejarah Seppuku

Tindakan seppūku pertama kali dicatat dalam literatur setelah Minamoto no Yorimasa melakukan seppuku dalam Pertempuran Uji pada tahun 1180. Seppuku akhirnya menjadi bagian penting dari kode kehormatan samurai yang disebut bushido. Seppūku dulunya dilakukan oleh samurai untuk menghindar dari tangkapan musuh, serta untuk mengurangi rasa malu, dan menghindari dari kemungkinan penyiksaan. Samurai juga dapat melakukan seppūku berdasarkan perintah tuan tanah feodal yang disebut daimyo. Samurai yang telah membuat malu kadang-kadang diizinkan tuan mereka untuk melakukan seppūku sebagai alternatif dari hukuman mati. Bentuk seppūku yang paling umum dilakukan laki-laki adalah merobek perut, dan setelah samurai tersebut selesai merobek perutnya, ia menengadahkan kepala sebagai isyarat agar kepalanya segera dipancung oleh seorang rekan yang berada di belakangnya, dan bertugas sebagai pendamping samurai dalam ritual seppūku. Oleh karena maksud utama dari seppūku adalah pemulihan kehormatan seorang samurai, mereka yang bukan termasuk kelas samurai tidak pernah diperintahkan atau diharapkan untuk melaksanakan seppūku. Samurai juga umumnya melakukan tindakan seppūku hanya kalau diizinkan oleh tuannya.

Kadang-kadang seorang daimyo memerintahkan musuh yang telah kalah untuk melaksanakan seppūku sebagai dasar sebuah perjanjian damai. Kemampuan militer dari klan musuh yang melakukan seppūku akan berkurang sehingga perlawanan militer berakhir secara efektif. Toyotomi Hideyoshi memerintahkan musuhnya untuk melakukan bunuh diri dalam beberapa peristiwa. Salah satu peristiwa yang paling dramatis adalah ketika klan Hōjō dikalahkannya dalam Pertempuran Odawara tahun 1590. Hideyoshi memaksa daimyo Hōjō Ujimasa yang sudah pensiun untuk melakukan seppūku dan pengasingan putra Ujimasa yang bernama Hōjō Ujinao. Kekuasaan klan Hōjō yang dikenal sebagai keluarga daimyo paling berpengaruh di Jepang Timur, secara praktis berakhir setelah Ujimasa melakukan seppūku.

 

Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor

Close