Budaya Jepang

Japanese Culture : Sumo

Sumo merupakan olahraga yang sangat mengutamakan kekuatan, mereka harus saling mendorong antara dua orang pesumo yang berbadan sangat gemuk. Mereka harus membuat salah satu pesumo keluar dari lingkaran atau arena sumo.

Sumo adalah olahraga asli Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo.

Dohyo sumo

Japanese culture sumo

Dohyo Sumo merupakan arena yang digunakan oleh para pesumo dalam melakukan olahraga sumo. Dohyo dibuat dari campuran tanah liat yang dikeraskan dengan pasir yang disebarkan di atasnya. Dohyo dibongkar setelah pertandingan selesai dan dohyo yang baru harus selalu dibangun untuk setiap turnamen.

Lingkaran tempat pertandingan berlangsung mempunyai diameter 4,55 meter dan dikelilingi oleh karung beras yang disebut tawara. Ukuran karung beras sekitar 1/3 ukuran karung beras standar yang sebagian dipendam di dalam tanah liat yang membentuk gundukan dohyo. Sedikit di luar lingkaran diletakkan empat buah tawara yang pada zaman dulu dimaksudkan untuk menyerap air hujan sewaktu turnamen sumo masih diselenggarakan di tempat terbuka.

Di tengah-tengah lingkaran terdapat dua garis putih yang disebut shikiri-sen. Kedua pegulat yang bertarung harus berada di belakang garis shikiri-sen sebelum pertandingan dimulai.

Bagian luar sekeliling lingkaran disebut janome yang dilapisi pasir halus untuk membentuk permukaan yang mulus. Pegulat yang terdorong ke luar lingkaran atau terjatuh pasti menimbulkan tanda pada permukaan janome akibat terkena injakan kaki atau anggota tubuh yang lain. Yobidashi(Penyelenggara) harus memastikan permukaan janome berada dalam keadaan mulus sebelum pertandingan yang lain dimulai.


Kehidupan seorang pesumo

Walaupun berbadan ‘gemuk’, jan­gan dikira bahwa se­o­rang peg­u­lat sumo adalah orang yang ker­janya bermalas-malasan. Mereka men­jalani lati­han yang san­gat keras se­tiap hari. Se­o­rang rik­ishi men­jalani ke­hidu­pan se­hari-hari di se­buah tem­pat yang dise­but ‘sumobeya’. Mereka makan, tidur, dan berlatih di tem­pat terse­but sep­a­n­jang karir sumo mereka.


Peringkat dalam Sumo

Pesumo profesional(Rikishi) berjumlah 700 orang yang peringkatnya disusun menyerupai piramid. Rikishi yang peringkatnya paling rendah ada di dasar piramid sedangkan rikishi yang yang peringkatnya paling tinggi ada di puncak piramid. Pada dasarnya ada 6 peringkat dalam sumo, yaitu :

  1. makunouchi (42 rikishi)                 à tertinggi
  2. juryo (28 rikishi)
  3. makushita (120 rikishi)
  4.  sandanme (200 rikishi)
  5. jonidan (230 rikishi)
  6. jonokuchi (80 rikishi)                      à terendah.

Makunouchi terbagi lagi atas 5 tingkatan dari yang terendah :

  1. maegashira
  2. komusubi
  3. sekiwake
  4. ozeki
  5. yokozuna

 

Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor

Close