Budaya Jepang

Japanese Culture : Yabusame

Yabusame adalah acara budaya Jepang yang dulunya hanya dilakukan para ksatria saja. Menunggang kuda yang berlari kencang sambil memanah target yang sudah ditentukan. Biasanya sebanyak tiga buah target di satu jalur larinya kuda. Acara ini sudah ada secara umum sejak tahun 896 dan mulai populer sejak tahun 1096.

Yabusame

Sejarah Yabusame

Saat zaman Kamakura pemanah yang baik dipersiapkan untuk perang. Itulah sebabnya Yabusame sangat populer karena sebagai bagian penyeleksian para pemanah yang handal untuk perang. Bahkan banyak yang bunuh diri melakukan seppuku karena rasa malu yang besar. Sebagai ksatria tapi tak bisa memanah dengan baik. Jalur lari kuda di acara Yabusama sejauh kira-kira 255 meter dan sambil menunggang kuda cepat, bisa mengontrol kestabilan tubuhnya dan mengontrol kudanya, memanah sambil agak berdiri di kuda yang berlari kencang.

Senjata pilihan tentara pemanah berkuda adalah panah mengeleding (recurve bow), karena busur ini cukup kecil untuk digunakan dari kuda dan namun masih memiliki jarak panah dan daya tembus yang memadai. Satu-satunya bahaya yang mengancam pemanah berkuda adalah panah, sedangkan mereka bisa menjauh, keluar dari jarak panah selepas setiap serangan. Oleh karena itu, mereka tidak memerlukan baju pelindung, sehingga bisa menunggang kuda ringan seperti kuda muda (pony). Ini menyebabkan perlengkapan mereka murah dan pergerakan strategis mereka meningkat.

Show More

William

Otakurei.com Writer n Editor

1 thought on “Japanese Culture : Yabusame”

Close